6.03.2013

Sapu Ijuk

Pertama kali mendengar namanya, yang saya pikirkan adalah sapu ijuk. Saya juga tidak tahu kenapa. Namanya Ika Septia Asridiastuti. Dari sekian ratus orang bernama sama, ia kemudian dipanggil Ikas. Asalnya dari Magelang dan kalau bicara terdengar sangat Magelang. Ia cantik, pantas menjadi Putri Indonesia.

Saya ingat, kami pertama kali pergi berdua ke ayam geprek Mas Kobis. Tau kenapa? Karena kami sedang frustasi tidak berhasil mengobrol dengan mas-mas seksi yang kami incar. Dia heboh sekali mau makan ayam geprek cabe empat puluh walaupun pada kenyataanya, "Mas, cabe enam." Di lain kesempatan, kami menuliskan hal yang tidak-tidak tentang mas-mas seksi yang sama.

Ikas adalah benang penghubung yang akhirnya mendekatkan saya kepada Tita. Setidaknya begitulah kesimpulan kami tentang bagaimana ceritanya kami begitu dekat. Ikas, Tita, Sri. Sri, Tita, Ikas. Tita, Ikas, Sri. Selalu begitu. Kami hampir selalu berkaitan. Ikas adalah teman yang juga sering iri sama Tita. Jadi, kami adalah teman yang saling iri.

Tita - Ikas - Srinindita
Pada suatu hari Ikas sangat tidak menyukai sahabat saya, Ardy. Entah kenapa, saya juga nggak tau. Katanya sih karena dia bilang, "Ardy, dicariin Sri." terus Ardy-nya malah jawab, "Oh, Sri-nya mana?" kemudian dia merasa Ardy sangat 'atos' karena ternyata malah ditanggapi serius. Tapi Kas, kalo bukan begitu kenyataannya aku minta maaf karena aku juga nggak tau sebenernya kenapa dan gimana. Syukurlah, sekarang mereka sudah berdamai setelah saling memaafkan. Entahlah itu saling memaafkan atau gimana yang jelas Ikas sudah nggak marah sama Ardy. yay!


Ikas itu anak indie. Sudah tidak usah berdebat tentang definisi indie. Bagi saya Ikas indie pokoknya. Dia selalu melakukan yang menurut saya...yah gitu deh...udahlah kas mbok ya udah... atau kas kok kamu bisa mikir gitu... Yang jelas, menurut saya tindakan ikas itu selalu berasal dari dalam dirinya, memiliki sangat sedikit pengaruh dari orang lain. Pokoknya yang menurut dia membuat dia senang, ya sudah dilakukan. Ya begitu sih yang saya pikirkan tentang Ikas si artis Magelang.

Kadang-kadang dia merasa ditinggalkan. Pada kenyataannya, tidak. Yah memang begitu Ikas. Aku sayang kamu deh kas! Kyaaaaaa~ Kyaaaaaaa~ muah muah. Oh iya, saya pernah cium punggung Ikas, dan saya nggak tau bagaimana perasaannya.. Oh iya, silakan klik blognya ikas di sini.

1 comment:

  1. aaaakkkkk aku terharu biru~ kya kya kya yey yey yey muah muah sriiiii my love :*** *tos asem* hahaha

    ReplyDelete

Search This Blog