6.04.2015

Dari Tempat Minum Kopi

Seorang pemuda sibuk dengan laptopnya, kekasihnya menunggu dengan setia di sampingnya. Kekasihnya, tipikal perempuan berambut panjang, beralis melengkung, berpenampilan ala wanita masa kini. Ia, kekasihnya, sedang sibuk menggenggam sebuah kamera kecil masa kini yang katanya bisa diajak menyelam, lalu di tangan lainnya, ia sibuk menyentuh-nyentuh telepon pintarnya yang tentu saja terlihat sangat keren jika dipakai untuk mirror selfie. Sejurus kemudian, ia meminta kekasihnya yang sibuk dengan laptop untuk menoleh dan tersenyum. "Sini dong sayang.. yang bagus dong senyumnya," katanya sambil mengangkat kamera kecil di tangannya. 

Di sudut lain, sepasang mahasiswa berkacamata membawa modul tebal-tebal, membuka laptop, mengetik. Terlihat anatomi salah satu bagian tubuh manusia. Sulit sepertinya. 

Ada pula, sekumpulan pemuda yang sedang berbincang hangat. Mau mengubah dunia katanya. Semoga rencananya terwujud. 

Sepasang pemuda pemudi masuk ke dalam, memesan secangkir cappucino dan segelas frappe dengan canggung. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Mungkin serius. 

6.03.2015

Dari Toko Buku

"Cara sukses.."
"Rahasia sukses yang tidak pernah terungkap.."
"Trik Bisnis.....Cepat...Tanpa Pengorbanan.." 
"Cara Cepat..."
"Mengungkap Rahasia Kehidupan..."
"Kaya Raya Tanpa..."

Mereka membeli kekhawatirannya sendiri. 

Di Tikungan Jalan

Membaca posting saya tiga tahun lalu, saya menemukan pernayataan seorang anak kelas 3 SMA yang sedang galau akademik. Katanya, galau akademik adalah raja dari segala galau. Nggak dek, kamu lupa ya, kegiatan akademismu itu buat apa? Buat memperkuatmu dalam kehidupan ini, dek. Lalu sekarang saya sedang berada di fase galau kehidupan. Apa pula lah itu.

Tadi sore, saya bertemu teman di JDV. Katanya, "ngapain kamu di sini?" Mungkin jawabannya bisa sangat mudah "lagi rapat," atau "lagi kerja," tapi malah saya jawab "ngapain ya? Nongkrong. Biar gaul kaya anak dihital hehe."

Saat ini, ada ribuan teman saya yang bertanya pertanyaan semacam itu di kepala . Jawabannya pun sama, sekenanya. Seenaknya. Malas memikirkan jawaban.

Ada apa sih ini.

Rasanya lelah mengira - ngira apa yang ada di tikungan jalan. Rasanya begitu ngeri melihat dalamnya air di sebuah kolam. Rasanya lebih baik menaksir-naksir kedalaman air itu sambil duduk dan mengayukan kaki di pinggir kolam. Melihat air yang bergerak-gerak karena sepasang kaki yang mengayun terasa lebih lucu dibanding membenamkan seluruh tubuh ke dalamnya. Bisa saja, di dalam sana ada ikan berwarna-warni. Tidak mustahil juga kalau ternyata buaya bersembunyi di dalamnya. Atau mungkin, kalau kita bisa memijak dasarnya, ada pasir hisap yang membuatmu menghilang perlahan.

6.02.2015

Kisah Misteri

Bicara tentang kisah misteri tidak harus melulu tentang makhluk-makhluk berwajah mengerikan. Kisah misteri juga tidak harus selalu tentang suara-suara aneh yang tiba-tiba terdengar di tengah malam, bukan pula tentang tuyul yang mencuri uang tetangga. Kisah misteri juga bukan tentang kisah detektif yang menelusuri siapa pelaku pembunuhan sadis.

Kisah misteri paling mencekam bagi saya saat ini adalah kisah tentang masa depan. Kisah yang belum pernah diceritakan oleh siapapun, termasuk ahli kisah paling hebat di dunia ini. Setidaknya, tidak akan pernah ada sumber sahih yang bisa menceritakan masa depan di saat ini. Ya memang, Fujiko F. Fujio sudah menulis tentang masa depan berpuluh tahun lalu, Interstellar telah menjabarkan tentang apa yang sekirang bisa terjadi di masa yang akan datang, begitu pula Transcendence, Her, atau film-film lainnya. Tapi masa depan tetaplah misteri, karena apa yang kita bayangkan saat ini belum berarti benar adanya kan? 

Memikirkan masa depan memang akan selalu diiringi dengan kekhawatiran. Lihat saja, sebagian film yang bicara tentang masa depan akan berakhir dengan buruk, setidaknya manusia akan selalu berakhir tragis, atau akhirnya semua yang dikerjakan manusia mengalahkan diri mereka sendiri. Karena memang begitu, masa depan adalah kekhawatiran setiap manusia. Masa depan adalah kisah misteri yang tidak pernah berakhir adegan mencekamnya. Masa depan adalah apa yang tidak pernah terpikirkan dan akan terjadi pada saatnya.

----

Baru saja saya chat dengan teman. Bicara tentang kerupuk bantat dan kerupuk yang mengembang. Kerupuk itu adalah saya. Ada kekhawatiran tentang kerupuk yang bisa-bisa bantat karena tercelup di minyak dingin lebih lama dari yang lain. Tiba-tiba saja kekhawatiran itu meletup, bagaiamana jika kerupuknya gosong? Harusnya kerupuk dijemur lebih dulu supaya tidak bantat. Seolah minyak yang memercik setelah meletup, saya berpikir tentang bagaimana kerupuk itu bisa berkembang. Kerupuk itu harus segera diangkat dari wajannya saat ini, terlalu dini ia berenang di wajan itu. Kerupuk itu harus segera dipindah ke wajan yang lebih besar, lebih panas.

Apakah akan jadi kerupuk bantat atau jadi kerupuk yang mengembang kriuk-kriuk, itu adalah misteri. 

6.01.2015

Oh Jadi

Jogja-Pemalang-Jogja sangat melelahkan teman-teman :(

Search This Blog