7.16.2013

Zombie

Ini liburan dan tidak seperti biasanya saya merasa seperti zombie. Di hari-hari biasa saya pikir menjadi zombie adalah ketika semua pekerjaan datang di saat yang sama dan malam menjadi lebih panjang karena tidak banyak tidur. 

Anehnya, liburan ini saya sedang tidak berhasrat untuk pergi ke luar dari Jogja, entah apa yang merasuki saya. Pun saya tidak merasa sedih ketika saya tidak tahu akan melakukan apa. Apa ini artinya saya sudah mulai terbiasa menjadi pengangguran? Saya harap tidak karena itu berbahaya. Mungkin juga karena ini bulan puasa sehingga membuang-buang waktu terasa sangat sah. Entahlah. Setahu saya, saya bukan tipikal orang yang suka bangun pagi, namun juga bukan orang yang tidak menyesal sama sekali ketika menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur. Akhir-akhir ini  saya membiarkan diri saya tidur begitu saja. Ada yang salah. Entah kemarin saya terlalu lelah dan butuh ketenangan atau saya yang lupa diri. 

Lupa diri. Lupa dengan diri saya beberapa langkah ke belakang. Ada yang salah. Lalu saya merasa seperti zombie yang lupa diri, lalu berjalan entah ke mana dan tidak tahu apa yang dilakukan. Saya butuh membumikan pikiran saya supaya tidak melayang-layang dan mengarahkan diri saya ke arah yang... saya juga tidak tahu ke mana. 

6.14.2013

Jalan-Jalan

Bagi saya, jalan-jalan adalah salah satu proses detoksifikasi. Bagi yang lain, jalan-jalan ke tempat yang jauh adalah sebuah peningkatan harga diri. Ada lagi yang menganggap jalan-jalan adalah hal yang sifatnya tidak wajib, bahkan asing. 

Kapan terakhir saya jalan-jalan? kapan ya? Minggu ini adalah yang terparah karena jalan-jalan terjauh adalah jalan-jalan ke perpustakaan, mengerjakan tugas yang tak kunjung usai. Duh, saya seperti anak rajin ya? Ah, tidak karena sebagian besar sisanya saya gunakan untuk melakukan hal yang tidak produktif. 

Kenapa saya menulis tentang jalan-jalan? Karena saya hanya ingin jalan-jalan, yang jauh. Tidak jauh secara jarak tidak apa, membuat saya 'jauh' sejenak saja sudah cukup kok. Ini kode untuk mengajak orang jalan-jalan sebenarnya, siapa saja, dua minggu lagi saya punya dua bulan selo kok. Oke kak? ditunggu jalan-jalannya asal sesuai sama situasi dan kondisi saja. 

---

Oh iya, ini hari terakhir 31 hari menulis. Program yang sangat luar biasa. Luar biasa karena bisa membuat setidaknya 57 orang pesertanya menulis setiap hari dengan kesadaran penuh. Entah kesadaran untuk terus konsisten menulis atau kesadaran demi terhindar dari denda. Luar biasa karena membuat saya bingung ketika internet mati dan beberapa menit lagi pukul dua belas, tidak bisa diingkari bahwa 20ribu rupiah itu terlalu berharga untuk hilang hanya karena malas menulis. Luar biasa karena ini adalah bagian dari jalan-jalan juga ternyata. Luar biasa karena seolah menggali bakat-bakat yang membuat saya makin semangat untuk belajar menulis lebih baik lagi. Luar biasa karena bisa membuat banyak orang bilang, "cepetan ya, aku mau pulang, belum posting nih." Intinya, program yang dicetuskan oleh mas Awe ini hebat sekali, semacam bulan ramadhan, menahan nafsu untuk malas menulis. Dadaaaaaaah bang Wiro, sampai jumpa tahun depan! Syukurlah kapakmu tidak pernah menyerang 20ribu-ku. Saya nggak ngerti lagi mau tulis apa untuk posting terakhir ini karena saya nggak nyangka 31 hari itu cepat ya..............semoga saya masih terus rajin menulis ratusan hari ke depan. Amin. 

6.13.2013

Tiba-Tiba

Tiba-tiba seperti bintang jatuh
Bintang itu jatuh di kaki saya
Saya lupa mengucap harapan
Jadi saya diam saja
Lalu bingung.

Sekarang masih bingung
Tiba-tiba seperti bintang jatuh
Ujungnya menusuk jemari
Berkilauan seperti kunang-kunang nyaris mati

Kunang-kunang nyaris mati
Tiba-tiba seperti bintang jatuh
Ternyata dia hidup lagi
Oh, ternyata ulah ibu peri

Ulah ibu peri
Tiba-tiba seperti bintang jatuh
Ini semua ulah ibu peri
Saya tak tahu kenapa pergi kemari

Ibu peri
Beritahu caranya kembali.

6.12.2013

Ombak

banyak sekali yang kini suka mengetik pesan dengan tanda '~' ini. Saya juga sebenarnya nggak paham apa esensi dari tanda ~ini. Hanya saja, tanda itu begitu ngetren menggeliat dimana-mana,di timeline, di sms, di bbm, di apa saja deh. Kemudian saya simpulkan bahwa tanda itu adalah tanda bahwa pesan yang disampaikan itu kesannya santai dan nggak jutek. Jadi misalnya saja ya sms begini:
Eh kamu ke sini dong
Nah, itu bisa diartikan berbeda-beda. bisa saja kalau orang yang baca sedang sensitif ia akan mengira si pengirim pesan sedang marah, tapi kalau begini:
Eh kamu ke sini dong~
Itu bisa berarti bahwa dia mengirim pesan itu santai saja seperti sedang di pantai di bawah nyiur melambai.

Tanda ombak itu bisa juga digunakan untuk menghemat karakter. Misalnya mau berkata "kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" duh, kan pegal sekali kalau hapenya bukan qwerty. Maka dari itu, lebih baik pakai huruf 'a' secukupnya sehingga "kyaaa~" itu artinya bisa sama.

yang jelas tanda ombak ini ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
akan menimbulkan kesan yang santai dan sejuk di dalam pesan singkat anda. Tanda ombak ini merepresentasikan sebuah ketenangan di pinggir pantai bersama angin sepoi-sepoi,nyiur melambai, dan ombak yang bergulung. syuuuuu~~~

Karimun Jawa, Desember 2012.
Oh iya kalau mau tahu sebenarnya itu apa,coba googling. Ada kok di wikipedia~

6.11.2013

Banda Neira

Tadi sore saya sedang berniat mengerjakan salah satu tugas UAS. Karena sedang niat, maka saya juga mencari lagu apa yang pas untuk menemani mengerjakan tugas supaya makin semangat. Saya kemudian ingat akhir-akhir ini saya sering sekali dengar tentang Banda Neira, pernah sesekali dengar lagunya juga, tapi saya belum begitu memperhatikan. Saya putuskan untuk mengetik Banda Neira di tab search Soundcloud.

Saya klik 'play' di lagu Terus Berjalan. Saat intro sudah mulai, saya mulai mengetik lagi. Kemudian... Mbak Rara Sekar dan Mas Ananda Badudu bernyanyi "Bangun..Sebab pagi terlalu berharga 'tuk kita lewati dengan tertiduur." Saya seketika bagun dari tumpukan kata-kata di tugas saya dan... lagu ini sudah membangunkan sejak baris pertama. Selanjutnya saya hanya bisa ber-kyaaaaa~ dan mematung mendengarkan liriknya.

Sungguh-sungguh Banda Neira.. Liriknya seindah Pulau Banda Neira. Saya memang suka pada segala ungkapan tentang bangun pagi karena bagi saya ungkapan tentang bangun pagi adalah yang paling bisa saya rasakan. Meskipun saya sering sekali bangun siang, tapi saya suka pada ungkapan 'Kalau bangun siang nanti rejekinya dipatok ayam' karena itu membuat saya semangat ketika harus bangun pagi. Oh iya, ungkapan tentang bangun pagi membuat saya merasakan suasana pagi yang menyenangkan, entah mengapa.

Dan 'Terus Berjalan' ini lebih dari sekadar ungkapan bangun pagi. Bangun sebab pagi terlalu berharga tuk kita lewati dengan tertidur. Bangun sebab hari terlalu berharga tuk kita lalui dengan bersungut-sungut. Benar-benar, sungguh-sungguh, sangat-sangat ini adalah lagu moodbooster paling hebat yang saya temukan hari ini.



Oh iya satu lagi yang saya suka.



Dan kawan 
Bawaku tersesat ke entah berantah
Tersaru antara nikmat atau lara
Berpeganglah erat, bersiap terhempas
Ke tanda tanya

Banda Neira, saya jatuh cinta pada semua liriknya. Menambal, menyulam, menghindari karam. Berangkat di atas kapal kertas.

Saya belum terlalu terlambat untuk baru mengenal Banda Neira. kan?

Search This Blog