7.19.2012
kesenangan yang membosankan
sudah dua minggu yang lalu.
dua minggu yang lalu, apa yang saya harapkan tampil di depan mata saya,setelah menunggu beberapa detik,karena server penuh,karena ratusan ribu orang di sana ingin melihat apa yang saya lihat juga. Ratusan ribu orang di negeri ini sedang membuktikan tingkat keberuntungan mereka.
Ilmu Komunikasi,Universitas Gadjah Mada. Susunan kata itu adalah susunan kata pertama yang saya lihat. Saya tidak peduli lagi apapun yang menyertai susunan kata itu. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengeluarkan apa saja yang selama ini menjadi ganjalan pikiran saya. apa yang selama ini membuat orang lain merasa bahwa saya ini kurus, kurus yang tidak sehat.Menangis.
Saya pikir keberuntungan saya sudah habis di website PSB SMA,sudah habis untuk menyelamatkan saya di peringkat yang nyaris terlempar. Ternyata masih ada yang tersisa. Alhamdulillah.
Bahwa beberapa hari kemudian saya merasa bodoh karena membuang harapan untuk pergi dari kota ini dan melewatkan seleksi di universitas warna kuning adalah perkara lain. Bahwa tidak semua orang bisa merasakan apa yang saya rasakan di malam itu adalah sebuah alasan. Sebuah alasan untuk tetap tinggal di kota ini, alasan untuk merasa nyaman dan pantas di tempat ini.
sedikit keluhan. Begitu sulitnya menyisipkan kenyamanan diantara arus gelombang kebosanan dan ketidaktertarikan yang saya pancarkan sendiri.Begitu sulitnya meyakinkan diri saya bahwa ini adalah yang terbaik. Begitu sulitnya menggerakkan bibir saya untuk memberikan senyuman perkenalan yang lebih sempurna dari pura-pura. Begitu sulitnya menghentikan pikiran buruk saya. karena bukan keadaan yang membuatnya, hanya saya sendiri yang membuatnya.
Hal yang paling benar adalah saya harus mensyukuri semuanya.
6.25.2012
Coklat dan Ramayana
Kebetulan sepupu saya,Tristan, lagi liburan ke Jogja dan dia sudah menagih-nagih janji saya buat mengajak dia ke pabrik Cokelat Monggo yang terletak di daerah Kotagede,alhasil saya dan eyang saya membawa dua anak kecil bawel (adik saya dan Tristan) ke sana naik.....Transjogja. Jadi, Transjogja itu salah satu solusi transportasi kalau lagi di Jogja, Transjogja ini sistemnya mungkin hampir sama kaya Transjakarta yang berhenti di titik-titik tertentu, salah satunya di Malioboro, Transjogja ini punya tiga tempat pemberhentian di sepanjang jalan Malioboro.
Kami turun di shelter Transjogja yang ada di Malioboro. Rencana awalnya mau ganti jalur sampai shelter Kota Gede,tapi tiba-tiba tercetus ide naik andong dari Malioboro sampai Kotagede. -Buat yang belum tau, andong adalah istilah yang dipakai di Jogja buat menyebut dokar atau kereta kuda.- Naiklah kami ke atas andong setelah deal dengan harga 40.000 rupiah dari Malioboro sampai Kotagede. Perjalanan naik Andong dari Malioboro memakan waktu sekitar tiga puluh menit.
Sampailah kami di pabrik cokelat Monggo setelah melewati jalan-jalan di Jogja dan melihat si kuda pipis di perempatan yang membuat para pengendara motor mengangkat kakinya karena mengalir kemana-mana.
Pabrik Cokelat Monggo letaknya ada di belakang pasar Kotagede di depan Makam Raja-Raja Mataram. Bangunannya adalah bangunan yang masih bernuansa kolonial dan tidak terlalu besar, tapi halamannya cukup luas. Di sini kita bisa melihat proses pembuatannya dan membeli cokelat dengan harga diskon.
Buat yang belum pernah liat cokelat Monggo,jadi, kalau di Garut ada cokelat isi dodol,di Jogja ada Cokelat Monggo ini. Rasanya ada macam-macam,yang paling unik cokelat pedas dan rasa jahe, kalau favorit saya sih yang cokelat isi mangga :) Cokelat Monggo ini didirikan oleh seorang berkebangsaan Belgia yang merasa prihatin dengan kurangnya kualitas coklat yang ada salah satu negara penghasil coklat ini.
Selesai mengunjungi pabrik cokelat, kami mengunjungi situs Watu Gilang yang terletak sangat dekat dengan Coklat Monggo. Watu Gilang ini adalah petilasan Sri Sultan Hamengku Bhuwono I yang berupa batu berbentuk kotak,dahulu kala biasa digunakan untuk tempat raja bersemedi. Di bagian pinggir batu ini terdapat cekungan yang ternyata konon ceritanya adalah bekas kepala Ki Ageng Mangir yang dibenturkan raja karena ia adalah menantu sang raja sekaligus pemberontak.
Ternyata di daerah sekitar Pabrik Cokelat ini sepi angkutan umum seperti becak dan andong jadi disarankan kalau tidak naik kendaraan pribadi lebih baik meminta supir,kusir,atau tukang becaknya menunggu ya.
Sendratari Ramayana
Malamnya kami menonton Sendratari Ramayana di Candi Prambanan. Malam itu kami memilih jadwal pertunjukan yang memainkan lakon 'Anoman Obong'.Lakon yang ini cukup istimewa karena nggak setiap pementasan ada bagian Hanoman membakar hutan dan benar-benar ada jerami yang dibakar disaat pertunjukan.
Lakon ini mengisahkan tentang Shinta yang diculik Rahwana karena menganggap Shinta adalah titisan Dewi Widowati yang dicintainya, Shinta berhasil dibebaskan oleh Hanoman, tetapi Rama menyangsikan kesucian Shinta setelah diculik oleh Rahwana, Shinta membuktikan keuciannya dengan membakar diri, namun dirinya tidak terbakar karena dia masih suci dan Rama pun akhirnya mau menerimanya kembali.
Sendratari ini benar-benar tanpa dialog jadi ceritanya benar-benar dipresentasikan dari gerakan-gerkan para pemainnya.Lakon yang paling populer sih ya lakon 'Anoman Obong' ini dan nggak setiap hari ada 'Anoman Obong' jadi, harus benar-benar memperhatikan jadwalnya kalau mau nonton lakon tertentu. Harga tiket masuknya bervariasi dari yang menonton langsung di depan atau dari tribun bagian samping, kalau kemarin saya menonton di dekat VIP yang benar-benar lurus di depan pertunjukannya, harga tiketnya 100.000 rupiah dan nampaknya masih bisa lebih murah kalau menggunakan paket pelajar. Pertunjukan dimulai jam 19.30, jangan sampai terlambat ya :)
Kami turun di shelter Transjogja yang ada di Malioboro. Rencana awalnya mau ganti jalur sampai shelter Kota Gede,tapi tiba-tiba tercetus ide naik andong dari Malioboro sampai Kotagede. -Buat yang belum tau, andong adalah istilah yang dipakai di Jogja buat menyebut dokar atau kereta kuda.- Naiklah kami ke atas andong setelah deal dengan harga 40.000 rupiah dari Malioboro sampai Kotagede. Perjalanan naik Andong dari Malioboro memakan waktu sekitar tiga puluh menit.
Sampailah kami di pabrik cokelat Monggo setelah melewati jalan-jalan di Jogja dan melihat si kuda pipis di perempatan yang membuat para pengendara motor mengangkat kakinya karena mengalir kemana-mana.
Pabrik Cokelat Monggo letaknya ada di belakang pasar Kotagede di depan Makam Raja-Raja Mataram. Bangunannya adalah bangunan yang masih bernuansa kolonial dan tidak terlalu besar, tapi halamannya cukup luas. Di sini kita bisa melihat proses pembuatannya dan membeli cokelat dengan harga diskon.
Buat yang belum pernah liat cokelat Monggo,jadi, kalau di Garut ada cokelat isi dodol,di Jogja ada Cokelat Monggo ini. Rasanya ada macam-macam,yang paling unik cokelat pedas dan rasa jahe, kalau favorit saya sih yang cokelat isi mangga :) Cokelat Monggo ini didirikan oleh seorang berkebangsaan Belgia yang merasa prihatin dengan kurangnya kualitas coklat yang ada salah satu negara penghasil coklat ini.
Selesai mengunjungi pabrik cokelat, kami mengunjungi situs Watu Gilang yang terletak sangat dekat dengan Coklat Monggo. Watu Gilang ini adalah petilasan Sri Sultan Hamengku Bhuwono I yang berupa batu berbentuk kotak,dahulu kala biasa digunakan untuk tempat raja bersemedi. Di bagian pinggir batu ini terdapat cekungan yang ternyata konon ceritanya adalah bekas kepala Ki Ageng Mangir yang dibenturkan raja karena ia adalah menantu sang raja sekaligus pemberontak.
Ternyata di daerah sekitar Pabrik Cokelat ini sepi angkutan umum seperti becak dan andong jadi disarankan kalau tidak naik kendaraan pribadi lebih baik meminta supir,kusir,atau tukang becaknya menunggu ya.
Sendratari Ramayana
Malamnya kami menonton Sendratari Ramayana di Candi Prambanan. Malam itu kami memilih jadwal pertunjukan yang memainkan lakon 'Anoman Obong'.Lakon yang ini cukup istimewa karena nggak setiap pementasan ada bagian Hanoman membakar hutan dan benar-benar ada jerami yang dibakar disaat pertunjukan.
Lakon ini mengisahkan tentang Shinta yang diculik Rahwana karena menganggap Shinta adalah titisan Dewi Widowati yang dicintainya, Shinta berhasil dibebaskan oleh Hanoman, tetapi Rama menyangsikan kesucian Shinta setelah diculik oleh Rahwana, Shinta membuktikan keuciannya dengan membakar diri, namun dirinya tidak terbakar karena dia masih suci dan Rama pun akhirnya mau menerimanya kembali.
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti #TravelAsyik dari
http://anakasyik.com berhadiah jalan-jalan bareng @TrinityTraveler.
Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.
6.23.2012
Makanan Enak part.2 (Mid-East)
Sesuai posting beberapa bulan yang lalu yang nyeritain tentang liburan saya setahun yang lalu (aduh,udah lama banget ternyata -_- ) Saya mau tunjukin beberapa makanan yang berasa khas timur tengahnya yang akhirnya bisa saya temukan di Mekkah.
1. Chicken Broast
Penampakan awalnya cuma kaya ayam goreng tepung macam McD atau KFC gitu,bahkan awalnya waktu lewat di depan tokonya saya pikir juga cuma Fried Chicken biasa tapi merknya Arab sampai akhirnya saya dikasih tahu sama pemandu rombongannya kalo itu beda nggak kaya ayam goreng biasa. Ternyata bener juga,rasanya rempah banget di balik kulit tepungnya itu, dalam satu kemasan alumunium foil itu isinya kira-kira ada tiga potong ayam, kentang goreng, saus tomat,dan saus bawang. Yang bikin beda adalah makannya pake roti bulat pipih namanya khubuz, kalau saya beli di gerai broast sebelah hotel saya dapat khubuz sekitar tiga sampai lima lembar tapi kalau beli yang di seberang jalan nggak dapet khubuz tapi dapet dua roti burger. Ini salah satu alternatif kalo sudah sangat bosyaaaan dengan makanan hotel yang sama kaya di Indonesia tapi kadang-kadang rasanya absurd itu.
2. Mammoul
Jadi,mammoul itu semacam kue kering yang bahan dasarnya kurma dan bentuknya macem-macem. Mammoul salah satu alternatif oleh-oleh dari Arab gitu sepertinya. Saya menemukan mammoul pertama kali di mall di bawah Hotel Hilton Mekkah,dijual per gram, paling sedikit bisa beli 250gr kalau saya ga salah. Selain di toko kue itu ternyata Mammoul banyak dijual di Supermarketnya Arab namanya Bin Dawood, kalo di Mekkah ada di bawah Hotel Hilton juga. Mammoul yang dijual di Bin Dawood bentuknya udah ada di dalam kemasan bermerk gitu,tapi kalo saya kok nampaknya lebih suka yang bisa pilih sendiri ya, soalnya bisa icip-icip juga :))
3. Samosa
Kalo ini sih mungkin di Indonesia udah sering ditemuin tapi beda versi.Samosa ini sejenis martabak tapi kecil-kecil dan segitiga. Isiannya sayur-sayuran gitu juga,tapi jujur saja rasanya ada sesuatu yang bikin makanan ini terasa asing, entah isinya daun apa atau diberi bumbu apa. dan ternyata foto samosa hilang entah kemana ._.
4.Gahwa
Ini nih yang paling saya inget. Saya minum minuman ini waktu lagi di Masjidil Haram nunggu waktu Isya setelah sholat Maghrib. Jadi,kalo di sana setiap hari Hari Kamis atau Senin banyak yang yang bagi-bagi makanan,mungkin karena banyak yang puasa. Kebanyakan sih bagi-bagi kurma, coklat kecil-kecil gitu,atau kacang.
Nah, kalo yang satu ini gara-garanya saya duduk di depan serombongan ibu-ibu yang ternyata sekeluarga dari Kuwait, mereka bawa perbekalan lengkap macem piknik gitu dan bagi-bagi ke orang di sekitarnya. Awalnya sih eyang iseng-iseng ambil foto anak-anaknya yang lucu-lucu gt,eh trus ibu-ibunya malah pada ikut pose dan nawarin kita gahwa itu. Mereka ngajak ngobrol juga,tapi kita ga paham-paham karena mereka tetep pake bahasa mereka sendiri dan susah banget diajak ngomong pake bahasa Inggris. Sejauh yang saya tangkep mereka dari Kuwait,mereka terdiri dari ibu,anak-anaknya,dan cucu-cucunya.Satu lagi,mereka punya pembantu namanya Siti dari Indonesia di rumah mereka di Kuwait.
Gahwa ini sepertinya minuman dari kacang-kacangan gitu. Ada rasa-rasa Hazelnut di dalem minuman ini, rasanya agak aneh tapi seger banget,serius,bikin capek ilang,semacem jamu gitu sepertinya. Kalo yang ini saya gatau belinya di mana, deketin aja orang satu-satu kalo pas lagi sholat di bagian luar Masjidil Haram, siapa tau ada yang lagi bagi-bagi gahwa :))
Wah ternyata cuma ini aja yang bisa saya temukan di sana.. semoga bisa kembali kesana lagi buat coba makanan yang lain :D dan tentu saja ibadah lagi.amin.
1. Chicken Broast
Penampakan awalnya cuma kaya ayam goreng tepung macam McD atau KFC gitu,bahkan awalnya waktu lewat di depan tokonya saya pikir juga cuma Fried Chicken biasa tapi merknya Arab sampai akhirnya saya dikasih tahu sama pemandu rombongannya kalo itu beda nggak kaya ayam goreng biasa. Ternyata bener juga,rasanya rempah banget di balik kulit tepungnya itu, dalam satu kemasan alumunium foil itu isinya kira-kira ada tiga potong ayam, kentang goreng, saus tomat,dan saus bawang. Yang bikin beda adalah makannya pake roti bulat pipih namanya khubuz, kalau saya beli di gerai broast sebelah hotel saya dapat khubuz sekitar tiga sampai lima lembar tapi kalau beli yang di seberang jalan nggak dapet khubuz tapi dapet dua roti burger. Ini salah satu alternatif kalo sudah sangat bosyaaaan dengan makanan hotel yang sama kaya di Indonesia tapi kadang-kadang rasanya absurd itu.
2. Mammoul
3. Samosa
![]() |
| http://riteshjsr.wordpress.com |
4.Gahwa
Ini nih yang paling saya inget. Saya minum minuman ini waktu lagi di Masjidil Haram nunggu waktu Isya setelah sholat Maghrib. Jadi,kalo di sana setiap hari Hari Kamis atau Senin banyak yang yang bagi-bagi makanan,mungkin karena banyak yang puasa. Kebanyakan sih bagi-bagi kurma, coklat kecil-kecil gitu,atau kacang.
Nah, kalo yang satu ini gara-garanya saya duduk di depan serombongan ibu-ibu yang ternyata sekeluarga dari Kuwait, mereka bawa perbekalan lengkap macem piknik gitu dan bagi-bagi ke orang di sekitarnya. Awalnya sih eyang iseng-iseng ambil foto anak-anaknya yang lucu-lucu gt,eh trus ibu-ibunya malah pada ikut pose dan nawarin kita gahwa itu. Mereka ngajak ngobrol juga,tapi kita ga paham-paham karena mereka tetep pake bahasa mereka sendiri dan susah banget diajak ngomong pake bahasa Inggris. Sejauh yang saya tangkep mereka dari Kuwait,mereka terdiri dari ibu,anak-anaknya,dan cucu-cucunya.Satu lagi,mereka punya pembantu namanya Siti dari Indonesia di rumah mereka di Kuwait.
Gahwa ini sepertinya minuman dari kacang-kacangan gitu. Ada rasa-rasa Hazelnut di dalem minuman ini, rasanya agak aneh tapi seger banget,serius,bikin capek ilang,semacem jamu gitu sepertinya. Kalo yang ini saya gatau belinya di mana, deketin aja orang satu-satu kalo pas lagi sholat di bagian luar Masjidil Haram, siapa tau ada yang lagi bagi-bagi gahwa :))
Wah ternyata cuma ini aja yang bisa saya temukan di sana.. semoga bisa kembali kesana lagi buat coba makanan yang lain :D dan tentu saja ibadah lagi.amin.
5.22.2012
God Has A Sense of Humour
22 mei 2012.
Alarm handphone saya meraung di waktu yang lebih awal dari biasanya. Sengaja saya buat begitu, karena semalam saya sudah tidak bisa berpikir lagi bagaimana saya harus log in ke website SNMPTN dengan pikiran yang begitu berantakan, ibu saya sudah tidur, tidak mau bangun lagi menemani saya log in, dan memang sudah terlalu malam. Jadi, saya putuskan untuk log in pagi hari sebelum beliau berangkat kantor dan saya berangkat sekolah.
sampai di laman keempat, 'Pilihan Program Studi'. mata saya lengket di layar laptop. "Ma, aku pilihan keduanya apa?", saya bertanya dan berharap beliau punya pilihan serta itu menjadi pertanyaan terakhir saya tentang hal itu sehingga saya bisa mempersiapkan SNMPTN dengan lebih tenang. "Terserah kamu, sastra boleh, pariwisata boleh, yang sekolah kan kamu", jawaban yang sama. "Ma, kalo aku ambil pilihan pertama komunikasi UI gimana?", dan tetap sama, "ya terserah kamu, kamu maunya di UI ya terserah..", apakah ada yang berpikir saya begitu beruntung punya keluarga yang begitu demokratis? ya saya pikir juga begitu, tapi apakah akan menjadi begitu beruntung ketika saya benar-benar tidak tau arah saat akan mengambil keputusan? jawaban saya tidak. saya punya pilihan, tapi saya belum bisa berjalan sendiri, tanpa tau apakah orangtua saya benar-benar setuju dengan pilihan saya. jadi,pernyatan 'yang berlebih-lebihan itu tidak baik' itu memang benar adanya. saya sangat bersyukur akan keluarga saya, tapi di sisi lain, saya punya patokan siapa?
Akhirnya, ayah saya mencoba memberi solusi. Ternyata setelah diusut, orangtua saya nampak keberatan kalau saya memilih komunikasi UI. Saya diberi berbagai alternatif pilihan oleh Ayah saya. Komunikasi UGM, Hukum, Sastra Indonesia, Pariwisata. diputuskan untuk menunda log in.Saya segera menutup laptop,mau muntah rasanya melihat deretan angka passing grade,laman website universitas,dan tentu saja warna biru dari web SNMPTN yang menampilkan angka kuota serta peminat tahun lalu ditambah lagi pas foto saya yang mirip orang kelaparan.
Saya kesal sama Tuhan, saya sudah meminta petunjuk-Nya, kenapa saya tidak segera diberi pencerahan,sih?
Otak rasanya over capacity, saya udah nggak mikir lagi mau mengerjakan sesuatu dengan cara apa. Bingung, saya mengetik sms dan mengetik nomor telpon yang rasanya sudah lama tidak saya ingat-ingat tapi ternyata saya masih hafal luar kepala.-well, he used to be my crush. wait,he used to be?- Nomor itu menjawab dengan ramah, dengan penjelasan yang cukup. Saya hanya sepintas membaca, lalu tersenyum tipis,bukan karena nomor itu membalas sms saya, tapi karena saya sudah tidak mengitari seluruh isi rumah sambil bernyayi dan berjoget saat smsnya masuk handphone saya. Itu tinggal menjadi sms biasa, dari salah satu teman. Ternyata Tuhan mengabulkan permintaan saya. Sekarang saya sudah bisa diam-diam senyum sendiri karena orang lain, dan rasanya beda.
Jam setengah sebelas saya pergi ke Bimbel, sebelumnya saya sudah akan berangkat sekolah tapi nampaknya hanya akan sia-sia karena sudah sangat terlambat. Jam pertama di Bimbel, rasanya masih suram. (btw, waktu di jalan, saya dikasih leaflet 'audisi artis sinetron', apa ini petunjuk?) waktu istirahat, saya bilang ke temen, "aku pengen ada konsultasi yang bener-bener bisa ngasih strategi milih PTN, biar gak bingung, bukan cuma yang ngasih tau kita cocoknya masuk apa." saya sih udah lupa temen saya itu bilang apa, pikiran saya sudah lari-lari sampe Depok.
Setelah sholat Dzuhur, saya masuk kelas lagi, ngobrol-ngobrol sama yang ada di kelas, tiba-tiba Aisy, dia anak IPA yang nyebrang IPS, jadi dia ikut kelas pagi juga, bawa kertas isinya daftar passing grade disertai level-level kemampuan siswa. Mata saya langsung membelalak (mungkin ada yang menyadari kalau saya bisa membelalak) heboh sendiri darimana dia dapat itu, itu yang selama ini saya cari-cari.
Datanglah seorang bapak ke dalam kelas, langsung saja Aisy bilang, "nah ini bapaknya! (yang ngasih)", segeralah saya heboh,rasanya ingin shuffling, rasanya bersinar-sinar, rasanya ada halogen tepat di depan muka saya. Saya tersenyum puas, saya gatau harus apalagi, saya gatau kenapa tadi pagi saya kesal sama Tuhan. Tuhan Maha Tau, termasuk tau waktu yang tepat. Jadi, dari sini saya tau, kalau hal-hal klise, seperti "sabar dulu ya..", bukan hanya kata-kata asal.
Sebelum berangakat ke rumah Bu Lusi, les bahasa indonesia,setelah bimbel,saya nungguin Ardy dulu yang mau beli buku di bimbel. Sambil nungguin Ardy, saya dapat yang saya tunggu-tunggu, yang segera bereaksi akan keberadaan saya,dan saya senyum-senyum sendiri setelahnya :)
Ardy dan saya kelaparan. Saya bilang tetap mau beli makanan dulu di minimarket sebelum ke tempat les,tapi di jalan Ardy melaju duluan, jadi saya nggak tau dia mau beli makanan atau tidak. Hampir sampai rumah Bu Lusi,seperti oase di gurun pasir,saya menemukan minimarket. Ardy titip sari kacang hijau, dan saya geli sendiri waktu ngambil sari kacang hijaunya karena saya sadar saya punya dua sahabat,Ayu dan Ardy, yang sama-sama diet dan kalau lapar minumnya sari kacang hijau.Nggak laki nggak perempuan semuanya diet. nggak tau kenapa tapi rasanya lucu dikelilingi pengonsumsi sari kacang hijau.
Saat membayar di kasir, saya sadar, dompet saya tidak saya temukan di tas. Saya mencari dan memang benar-benar ketinggalan di rumah, jadi, yang bisa saya lakukan hanya nyengir sama mbak kasir ,"mbak dompetnya ketinggalan", lalu lari mengembalikan semuanya. Si mbak kasir cuma ketawa dan salah satu pegawai yang lainnya nunjuk-nunjuk saya waktu saya sudah naik motor. Saya nggak mau kembali lagi kesana.
Selesai les Bu Lusi saya ke sebuah cafe kecil di sekitaran gejayan sama Wewen yang ikut les bahasa indonesia juga. Kami ngobrol lama sekali, dari tentang siapa yang buat saya tersenyum hari ini sampai tentang ayam yang di rumah makan padang.
Tiba-tiba saya dapat sms, ringga ngajak backpacking ke Phuket!!!! ini bukan Phuket restoran, ini Phuket di Thailand!!!! saya begitu excited, walaupun saya baru punya tabungan buat beli tiketnya saja. Karena sms ini pula, saya dapet petunjuk buat kuliah di Jogja aja, biar masih tetep bisa nabung buat jalan-jalan. dan Wewen heran, "baru kali ini ada yang milih kuliah gt cuma gara-gara jalan-jalan", yang penting saya dikasih petunjuk lagi.. Tuhan memberi petunjuk lewat hal yang tepat :)
Mendekati Isya kami sadar belum sholat Maghrib, jadi kami bersiap pergi, apakah anda sudah menyadarinya? Ya, saya tidak bawa dompet,SAYA MAU BAYAR PAKAI APA??? Pakai uang Wewen. Uangnya tinggal 10.000. Saya bingung dan heran,tadi saya sudah heboh karena malu di minimarket dan sekarang saya lupa??? Saya segera telpon Bacol yang rumahnya dekat situ, ternyata dia nggak di rumah. Saya juga bisa mendengar teman-teman yang lagi sama bacol ngetawain saya -____- Akhirnya bacol memberi solusi, pembantu bacol yang akan memberikan uangnya. Saya segera ngebut ke rumah bacol dan menerima selembar uang dari pembantunya.Saya pun pulang.... sambil sebelumnya bersandiwara di depan mas kasir seolah tak terjadi apapun. Saya pikir hari saya jadi begitu konyol, dan saya merasa Tuhan coba menenangkan saya dengan sedikit bercanda.
Sampai di rumah, saya menjadi semakin konyol karena merebus air untuk mandi tapi saya mandi dengan air dingin dan ceretnya berbunyi tepat sewaktu saya membuka pintu ketika selesai mandi.tapi pikiran saya benar-benar tenang waktu itu, saya merasa Tuhan mengajak saya bersantai sejenak menikmati kebodohan saya supaya bisa berpikir jernih setelahnya.
Benar saja setelah itu diskusi dengan orangtua terasa begitu ringan. Pikiran saya sangat jernih. Bahkan saya dapat banyak pelajaran setelah ngobrol dengan Mama dan Papa. Ternyata saya belum pintar.akhirnya, hati saya begitu ringan memilih Komunikasi UGM sebagai pilihan pertama. Saya yakin ini yang namanya pencerahan. Bismillahirahmanirrahim.
Dan saya masih heran dengan bagaimana cara Tuhan menjernihkan pikiran saya dengan cara-cara yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Banyak yang bilang Sholat Istikharah biasanya dapet petunjuk dari mimpi, kalo saya kok dengan cara yang sesuai diri saya ya rasanya,dan bercanda, baru kali ini saya merasakannya.Tuhan memang selalu mengenali hamba-Nya :)
Alarm handphone saya meraung di waktu yang lebih awal dari biasanya. Sengaja saya buat begitu, karena semalam saya sudah tidak bisa berpikir lagi bagaimana saya harus log in ke website SNMPTN dengan pikiran yang begitu berantakan, ibu saya sudah tidur, tidak mau bangun lagi menemani saya log in, dan memang sudah terlalu malam. Jadi, saya putuskan untuk log in pagi hari sebelum beliau berangkat kantor dan saya berangkat sekolah.
sampai di laman keempat, 'Pilihan Program Studi'. mata saya lengket di layar laptop. "Ma, aku pilihan keduanya apa?", saya bertanya dan berharap beliau punya pilihan serta itu menjadi pertanyaan terakhir saya tentang hal itu sehingga saya bisa mempersiapkan SNMPTN dengan lebih tenang. "Terserah kamu, sastra boleh, pariwisata boleh, yang sekolah kan kamu", jawaban yang sama. "Ma, kalo aku ambil pilihan pertama komunikasi UI gimana?", dan tetap sama, "ya terserah kamu, kamu maunya di UI ya terserah..", apakah ada yang berpikir saya begitu beruntung punya keluarga yang begitu demokratis? ya saya pikir juga begitu, tapi apakah akan menjadi begitu beruntung ketika saya benar-benar tidak tau arah saat akan mengambil keputusan? jawaban saya tidak. saya punya pilihan, tapi saya belum bisa berjalan sendiri, tanpa tau apakah orangtua saya benar-benar setuju dengan pilihan saya. jadi,pernyatan 'yang berlebih-lebihan itu tidak baik' itu memang benar adanya. saya sangat bersyukur akan keluarga saya, tapi di sisi lain, saya punya patokan siapa?
Akhirnya, ayah saya mencoba memberi solusi. Ternyata setelah diusut, orangtua saya nampak keberatan kalau saya memilih komunikasi UI. Saya diberi berbagai alternatif pilihan oleh Ayah saya. Komunikasi UGM, Hukum, Sastra Indonesia, Pariwisata. diputuskan untuk menunda log in.Saya segera menutup laptop,mau muntah rasanya melihat deretan angka passing grade,laman website universitas,dan tentu saja warna biru dari web SNMPTN yang menampilkan angka kuota serta peminat tahun lalu ditambah lagi pas foto saya yang mirip orang kelaparan.
Saya kesal sama Tuhan, saya sudah meminta petunjuk-Nya, kenapa saya tidak segera diberi pencerahan,sih?
Otak rasanya over capacity, saya udah nggak mikir lagi mau mengerjakan sesuatu dengan cara apa. Bingung, saya mengetik sms dan mengetik nomor telpon yang rasanya sudah lama tidak saya ingat-ingat tapi ternyata saya masih hafal luar kepala.-well, he used to be my crush. wait,he used to be?- Nomor itu menjawab dengan ramah, dengan penjelasan yang cukup. Saya hanya sepintas membaca, lalu tersenyum tipis,bukan karena nomor itu membalas sms saya, tapi karena saya sudah tidak mengitari seluruh isi rumah sambil bernyayi dan berjoget saat smsnya masuk handphone saya. Itu tinggal menjadi sms biasa, dari salah satu teman. Ternyata Tuhan mengabulkan permintaan saya. Sekarang saya sudah bisa diam-diam senyum sendiri karena orang lain, dan rasanya beda.
Jam setengah sebelas saya pergi ke Bimbel, sebelumnya saya sudah akan berangkat sekolah tapi nampaknya hanya akan sia-sia karena sudah sangat terlambat. Jam pertama di Bimbel, rasanya masih suram. (btw, waktu di jalan, saya dikasih leaflet 'audisi artis sinetron', apa ini petunjuk?) waktu istirahat, saya bilang ke temen, "aku pengen ada konsultasi yang bener-bener bisa ngasih strategi milih PTN, biar gak bingung, bukan cuma yang ngasih tau kita cocoknya masuk apa." saya sih udah lupa temen saya itu bilang apa, pikiran saya sudah lari-lari sampe Depok.
Setelah sholat Dzuhur, saya masuk kelas lagi, ngobrol-ngobrol sama yang ada di kelas, tiba-tiba Aisy, dia anak IPA yang nyebrang IPS, jadi dia ikut kelas pagi juga, bawa kertas isinya daftar passing grade disertai level-level kemampuan siswa. Mata saya langsung membelalak (mungkin ada yang menyadari kalau saya bisa membelalak) heboh sendiri darimana dia dapat itu, itu yang selama ini saya cari-cari.
Datanglah seorang bapak ke dalam kelas, langsung saja Aisy bilang, "nah ini bapaknya! (yang ngasih)", segeralah saya heboh,rasanya ingin shuffling, rasanya bersinar-sinar, rasanya ada halogen tepat di depan muka saya. Saya tersenyum puas, saya gatau harus apalagi, saya gatau kenapa tadi pagi saya kesal sama Tuhan. Tuhan Maha Tau, termasuk tau waktu yang tepat. Jadi, dari sini saya tau, kalau hal-hal klise, seperti "sabar dulu ya..", bukan hanya kata-kata asal.
Sebelum berangakat ke rumah Bu Lusi, les bahasa indonesia,setelah bimbel,saya nungguin Ardy dulu yang mau beli buku di bimbel. Sambil nungguin Ardy, saya dapat yang saya tunggu-tunggu, yang segera bereaksi akan keberadaan saya,dan saya senyum-senyum sendiri setelahnya :)
Ardy dan saya kelaparan. Saya bilang tetap mau beli makanan dulu di minimarket sebelum ke tempat les,tapi di jalan Ardy melaju duluan, jadi saya nggak tau dia mau beli makanan atau tidak. Hampir sampai rumah Bu Lusi,seperti oase di gurun pasir,saya menemukan minimarket. Ardy titip sari kacang hijau, dan saya geli sendiri waktu ngambil sari kacang hijaunya karena saya sadar saya punya dua sahabat,Ayu dan Ardy, yang sama-sama diet dan kalau lapar minumnya sari kacang hijau.Nggak laki nggak perempuan semuanya diet. nggak tau kenapa tapi rasanya lucu dikelilingi pengonsumsi sari kacang hijau.
Saat membayar di kasir, saya sadar, dompet saya tidak saya temukan di tas. Saya mencari dan memang benar-benar ketinggalan di rumah, jadi, yang bisa saya lakukan hanya nyengir sama mbak kasir ,"mbak dompetnya ketinggalan", lalu lari mengembalikan semuanya. Si mbak kasir cuma ketawa dan salah satu pegawai yang lainnya nunjuk-nunjuk saya waktu saya sudah naik motor. Saya nggak mau kembali lagi kesana.
Selesai les Bu Lusi saya ke sebuah cafe kecil di sekitaran gejayan sama Wewen yang ikut les bahasa indonesia juga. Kami ngobrol lama sekali, dari tentang siapa yang buat saya tersenyum hari ini sampai tentang ayam yang di rumah makan padang.
Tiba-tiba saya dapat sms, ringga ngajak backpacking ke Phuket!!!! ini bukan Phuket restoran, ini Phuket di Thailand!!!! saya begitu excited, walaupun saya baru punya tabungan buat beli tiketnya saja. Karena sms ini pula, saya dapet petunjuk buat kuliah di Jogja aja, biar masih tetep bisa nabung buat jalan-jalan. dan Wewen heran, "baru kali ini ada yang milih kuliah gt cuma gara-gara jalan-jalan", yang penting saya dikasih petunjuk lagi.. Tuhan memberi petunjuk lewat hal yang tepat :)
Mendekati Isya kami sadar belum sholat Maghrib, jadi kami bersiap pergi, apakah anda sudah menyadarinya? Ya, saya tidak bawa dompet,SAYA MAU BAYAR PAKAI APA??? Pakai uang Wewen. Uangnya tinggal 10.000. Saya bingung dan heran,tadi saya sudah heboh karena malu di minimarket dan sekarang saya lupa??? Saya segera telpon Bacol yang rumahnya dekat situ, ternyata dia nggak di rumah. Saya juga bisa mendengar teman-teman yang lagi sama bacol ngetawain saya -____- Akhirnya bacol memberi solusi, pembantu bacol yang akan memberikan uangnya. Saya segera ngebut ke rumah bacol dan menerima selembar uang dari pembantunya.Saya pun pulang.... sambil sebelumnya bersandiwara di depan mas kasir seolah tak terjadi apapun. Saya pikir hari saya jadi begitu konyol, dan saya merasa Tuhan coba menenangkan saya dengan sedikit bercanda.
Sampai di rumah, saya menjadi semakin konyol karena merebus air untuk mandi tapi saya mandi dengan air dingin dan ceretnya berbunyi tepat sewaktu saya membuka pintu ketika selesai mandi.tapi pikiran saya benar-benar tenang waktu itu, saya merasa Tuhan mengajak saya bersantai sejenak menikmati kebodohan saya supaya bisa berpikir jernih setelahnya.
Benar saja setelah itu diskusi dengan orangtua terasa begitu ringan. Pikiran saya sangat jernih. Bahkan saya dapat banyak pelajaran setelah ngobrol dengan Mama dan Papa. Ternyata saya belum pintar.akhirnya, hati saya begitu ringan memilih Komunikasi UGM sebagai pilihan pertama. Saya yakin ini yang namanya pencerahan. Bismillahirahmanirrahim.
Dan saya masih heran dengan bagaimana cara Tuhan menjernihkan pikiran saya dengan cara-cara yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Banyak yang bilang Sholat Istikharah biasanya dapet petunjuk dari mimpi, kalo saya kok dengan cara yang sesuai diri saya ya rasanya,dan bercanda, baru kali ini saya merasakannya.Tuhan memang selalu mengenali hamba-Nya :)
5.19.2012
it's not interesting
this is what i did this week :
monday : went to school, went to hospital to get an allergic testing, went to 'bimbel' and stayed there less than an hour,went home.
tuesday : woke up at 8am becase i was way too tired and thought that school wasn't that important, but finally i went to school because ika wanted me to give her my sociology book. went to 'bimbel'. went to amplaz and i was watching Modus Anomali and it was quite cool.
wednesday : went to school, i was late, as usual. brunch at canteen and deka was there. went to bimbel. went to 'phototalk' made 'pas photo' for SNMPTN enrollment. went to math course. went to bed early.
thursday : it was holiday. my uncle came to my home to introduce his fiancee. had brunch at Muntilan (really, my dad drove us to muntilan just for a late breakfast). bought fishes at a fish market near Muntilan. Indonesian course. went to my cousin home,sleepover.
friday : went home. went to 'bimbel'. went to my grandmother home. read newspaper at my grandmother home for hours. went home.
saturday : went to tryout.went home. made jelly. studied. and now,i'm a zombie.
monday : went to school, went to hospital to get an allergic testing, went to 'bimbel' and stayed there less than an hour,went home.
tuesday : woke up at 8am becase i was way too tired and thought that school wasn't that important, but finally i went to school because ika wanted me to give her my sociology book. went to 'bimbel'. went to amplaz and i was watching Modus Anomali and it was quite cool.
wednesday : went to school, i was late, as usual. brunch at canteen and deka was there. went to bimbel. went to 'phototalk' made 'pas photo' for SNMPTN enrollment. went to math course. went to bed early.
thursday : it was holiday. my uncle came to my home to introduce his fiancee. had brunch at Muntilan (really, my dad drove us to muntilan just for a late breakfast). bought fishes at a fish market near Muntilan. Indonesian course. went to my cousin home,sleepover.
friday : went home. went to 'bimbel'. went to my grandmother home. read newspaper at my grandmother home for hours. went home.
saturday : went to tryout.went home. made jelly. studied. and now,i'm a zombie.
Subscribe to:
Posts (Atom)

